Banyaknya molekul yang melalui membran sel menyebabkan terjadinya lalu lintas membran. Karena masing – masing molekul memiliki cara masuk yang berbeda akaibat aktivitas selektif permeabel, maka lalu lintas ini dibedakan menjadi dua cara.
1. Transpor Pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. perpindahan zat dalam tranpor pasif tidak memerlukan energi. Perpindahan zat ini terjadi karena perbedaan konsentrasi antara zat atau larutan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif.
a. Difusi
Proses ini merupakan perpindahan molekul larutan berkonsentrasi tinggi menuju larutan berkonsentrasi rendah tanpa melalui selaput membran.
Contoh difusi adalah ketika sedang membuat minuman sirup. Sirup yang kita larutkan dengan air akan bergerak dari larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah.
b. Osmosis
Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermeabel, sehingga didapatkan larutan yang berkonsentrasi seimbang (isotonis).
c. Difusi terfasilitasi
Proses difusi terbantu difasilitasi oleh suatu protein. Difusi terbantu sangat tergantung pada suatu mekanisme transpor dari membran sel.
Contoh difusi terbantu adalah pada bakteri Escherichia coli yang diletakkan pada media laktosa. Membran sel bakteri tersebut bersifat impermeabel sehingga tidak dapat dilalui oleh laktosa. Setelah beberapa menit kemudian bakteri akan membentuk enzim dari dalam sel yang disebut permease, yang merupakan suatu protein sel. Enzim permease inilah yang akan membuatkan jalan bagi laktosa sehingga laktosa ini dapat masuk melalui membran sel.
2. Transpor Aktif
Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Peristiwa transpor aktif dibedakan menjadi dua, yaitu endositosis dan eksositosis.
a. Endositosis
Endositosis merupakan peristiwa pembentukan kantong membran sel. Endositosis terjadi karena ada transfer larutan atau partikel ke dalam sel. Peristiwa endositosis dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1. Pinositosis
Pinositosis merupakan peristiwa masuknya sejumlah kecil medium kultur dengan membentuk lekukan-lekukan membran sel. Peristiwa ini dapat terjadi bila konsentrasi protein dan ion tertentu pada medium sekeliling sel sesuai dengan konsentrasi di dalam sel.
2. Fagositosis
Fagositosis merupakan peristiwa yang sama seperti pada pinositosis tetapi terjadi pada benda padat yang ukurannya lebih besar.
b. Eksositosis
Eksositosis adalah proses keluarnya suatu zat ke luar sel. Proses ini dapat dilihat pada proses kimia yang terjadi dalam tubuh kita, misalnya proses pengeluaran hormon tertentu. Semua proses sekresi dalam tubuh merupakan proses eksositosis.
Sel terdiri dari bagian hidup (komponen protoplasma). Serta bagian mati (inkusio).
Dibawah adalah organel – organel sel :
1. Dinding Sel
Dinding sel terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri dari selulosa, hemiselulosa, pectin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat. Dinding memberikan perlindungan, sokongan, dan menetapkan bentuk sel. Memiliki lang untuk memperlancar pertukaran bahan dari luar dengan dalam sel.
2. Membran Sel
Membran sel adalah lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel juga merupakan alat transportasi zat. Terstuktur atas dua lapis lipid (fosfolipid bilayer). Membran sel yang paling luar tersusun atas lipoprotein.
Lipoprotein sendiri terdiri dari tiga lapisan, yaitu : Protein, lipid, protein. Disebut juga trilaminer layer.
Membran sel bersifat selektif permeabel atau semi permeabel. Artinya membran sel hanya bisa dilewati oleh molekul tertentu. Pada membran sel terjadi transportasi zat antar sel.
Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.
Fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
3. Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian cair yang ada dalam sel. Di dalam sitoplasma terdapat organel – organel sel yang memiliki fungsi berbeda – beda. Seperti : Retikulum Endoplasma, Mitokondria, Lisosom, Badan Golgi, Plastida, Sentriol, Ribosom, Vakuola.
Sitoplasma tersusun oleh air (90%). Sitoplasma berfungsi sebagai media terjadinya reaksi – reaksi kimia sel yang dilakukan oleh organel – organel.
4. Mitokondria
Mitokondria merupakan salah satu organel sel yang ada di sitoplasma. Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup.
Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks.
Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton.
Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks, disebut krista.
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak.
5. Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan.
Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.
Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi - materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosome awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.
Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula - mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.
Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).
6. Badan Golgi
Badan golgi merupakan organel yang dikaitkan dalam ekskresi sel. Strukturnya dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa.
Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.
Fungsi dari badan golgi antara lain :
a) Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain
b) Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma
c) Membentuk dinding sel tumbuhan
d) Membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom
e) Tempat untuk memodifikasi protein
f) Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
g) Untuk membentuk lisosom
7. Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma adalah organel yang berbentuk benang – benang yang bermuara di inti sel. Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae.
Terdapat dua tipe Retikulum Endoplasma.
1. Retikulum Endoplasma Kasar (REK)
Retikulum endoplasma kasar ditempeli dengan ribosom yang tersebar merata pada permukaannya. Ribosom merupakan tempat sintesis protein. Protein yang sudah terbentuk kemudian akan diangkut ke bagian dalam retikulum endoplasma, dan kemudian disimpan di dalam membran yang berkantong yang disebut vesikula.
2. Retikulum Endoplasma Halus (REH)
Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli oleh ribosom. Permukaan REH ini menghasilkan enzim yang dapat mensintesis fosfolipid, glikolipid, dan steroid.
Fungsi dari Retikulum Endoplasma.
1. Penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma
2. Transpor protein yang disintesis dalam ribosom
3. Biosintesis fosfolipid, glikolipid, dan sterol
8. Ribosom
Ribosom merupakan organel yang terkecil dalam sitoplasma. Ribosom terletak menyebar di sitoplasma dan ada menempel di sepenjang RE kasar. Ribosom berbentuk bulat.
Fungsi dari ribosom adalah sebagai tempat sintesis protein yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan, perkembangbiakan atau perbaikan sel yang rusak. Pada sel-sel yang aktif dalam sintesis protein, ribosom dapat berjumlah 25% dari bobot kering sel.
9. Nukleus
Nukleus atau Inti sel merupakan bagian utam dari sel. Inti sel ada yang dibatasi oleh membrane dan tidak dibatasi oleh membran. Di dalam inti sel terdapat cairan yang disebut nukleoplasma. Juga terdapat materi genetik sel yang berbentuk molekul DNA linear panjang membentuk kromosom dan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.
Fungsi dari inti sel utamanya adalah mengatur seluruh kegiatan sel. Seperti : menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen, mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
10. Plastida
Plastida adalah organel yang berfungsi sebagai pemberi warna sel. Ada tiga jenis plastid, yaitu :
1. Lekoplas
(plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan), terdiri dari:
• Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan,
• Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak).
• Proteoplas (untuk menyimpan protein).
2. Kloroplas
yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan
sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
3. Kromoplas
yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
• Karotin (kuning)
• Fikodanin (biru)
• Fikosantin (kuning)
• Fikoeritrin (merah)
11. Sentriol
Sentriol merupakan organel yang berperan dalam proses pembelahan sel baik secara mitosis maupun meiosis. Sentiol berbentuk bintang dan hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop elektron.
12. Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan. Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas. Semakin tua suatu tumbuhan, maka vakuola yang terbentuk semakin besar.
Vakuola berperan untuk menyimpan zat makanan berupa sukrosa dan garam mineral, selain juga berfungsi sebagai tempat penimbunan sisa metabolisme, seperti getah pada batang tumbuhan karet.
Vakuola juga terdapat pada protozoa. Vakuola protozoa berupa vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil.
1. Vakuola kontraktil
Vakuola kontraktil disebut juga vakuola berdenyut. Vakuola kontraktil memiliki fungsi sebagai osmoregulator yaitu mengatur nilai osmotik dalam sel.
2. Vakuola nonkontraktil
Vakuola nonkontraktil disebut juga vakuola makanan, yang berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan hasil pencernaan makanan ke seluruh tubuh.
Sel merupakan satuan unit terkecil dari kehidupan. Menurut beberapa ahli, sel didefinisikan sebagai berikut :
1. Robert Hooke, pada tahun 1665 mengamati sayatan gabus. Dari pengamatannya dia menemukan rongga yang disebut sel.
2. Matthias Schleiden dan Theodore Schwann (1838), menyatakan bahwa sel adalah satuan structural makhluk hidup.
3. Max Shultze, menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup.
4. Rudolf Virchow, menyatakan bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omnis celulla ex celulla).
Berdasarkan keadaan inti sel dibagi menjadi :
a. Sel prokarion, sel yang tidak memiliki membran inti. Materi inti tersebar dalam sitoplasma. Hanya memiliki satu sistem membran.
b. Sel eukariot, sel yang memiliki membran inti. Materi inti terpisah dari sitoplasma karena dibatasi oleh suatu sistem membrane.
Sel prokariot memiliki struktur yang lebih sederhana disbanding sel eukariot. Selprokariot memiliki ribosom yang sangat banyak. Berikut perbedaan antara sel prokariot dan eukariot.
Sel Prokariot.
- Inti sel tidak jelas, karena tidak dibatasi oleh membrane inti (nucleoid).
- Organel tidak dibatasi membran.
- Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
- Diameter sel antara 1 – 10 mm
- Mengandung 4 subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya sirkuler
Sel Eukariot.
- Memiliki inti sel (nucleus) yang jelas karena dibatasi leh membrane inti.
- Organel dibatasi membran.
- Membran tersusun atas fosfolipid
- Diameter sel antara 10 – 100 mm
- Mengandun banyak subunit RNA polymerase
- Susunan kromosomnya linier
Berdasarkan fungsinya sel bibedakan jadi:
a. Sel somatik, sel penyusun tubuh dan bersifat diploid.
b. Sel germinal, sel kelamin untuk reproduksi dan bersifat haploid.
Sesuatu yang tidak hidup dan tidak mati. Berukuran sangat kecil melebihi ukuran bakteri. Namun, virus juga berperan sebagai sumber penyakit. Mari disimak ciri – ciri virus.
1. Memiliki bentuk T, Polyhedral, Amplop, Kapsid Berpilin.
2. Berukuran sekitar 0.02 mikron
3. Dalam keadaan biasa hanya sebagi senyawa kimia biasa. Namun dalam inang berubah menjadi makhluk hidup yang berbahaya.
4. Tidak mengalami metabolism
5. Dalam tubuh hanya terdiri dari satu asam nukleat (DNA atau RNA saja).
6. Tubuh dilapisi oleh plasmid yang berfungsi sebagai pelindung tubuh.
7. Memiliki enzim lisozim untuk mengambil alih substansi inti sel dan enzim hipolitik yang berfungsi untuk menghancurkan dinding sel.
DAUR HIDUP
Virus memiliki dua daur hidup, yaitu daur litik dan daur lisogenik.
a. Daur Litik
1. Partikel virus menempel pada dinding sel inang.
2. Lalu Asam Nukleat virus masuk kedalam sel inang
3. Asam nukleat langsung melakukan pengambilalihan fungsi kerja inti sel.
4. Asam Nukleat melakukan perakitan komponen virus baru.
5. Setelah partikel virus baru terbentuk, Virus tersebut keluar dari sel inang dangan merusak dinding sel. Sel yang ditempati virus bisa mati.
Daur ini terjadi apabila sel inang dalam kondisi tidak sehat.
b. Daur Lisogenik
1. Partikel virus menempel pada dinding sel inang.
2. Lalu Asam Nukleat virus masuk kedalam sel inang
3. Asam nukleat Bergabung kedalam inti sel. Ikut membelah ketika sel membelah.
4. Asam nukleat virus ikut membelah ketika sel membelah.
5. Setelah sel membelah, kemudian asam nukleat sel mulai mngambil alih fungsi kerja inti sel.
6. Asam Nukleat melakukan perakitan komponen virus baru.
7. Setelah partikel virus baru terbentuk, Virus tersebut keluar dari sel inang dangan merusak dinding sel. Sel yang ditempati virus bisa mati.
Daur ini terjadi apabila sel inang dalam keadaan sehat.
KLASIFIKASI VIRUS
Virus diklasifikasikan menurut asam nukleat dan sel inang. Menurut Asam Nukleat dibagi menjadi Virus RNA (Contoh : Influenza) dan Virus DNA (Contoh : Adenovirus). Menurut Sel inang dibagi menjadi Virus Hewan (menyerang hewan), Virus Tumbuhan (menyerang tumbuhan), Virus Manusia (menyerang manusia), Virus Bakteri (menyerang bakteri).
PERANAN VIRUS
1. Penyebab penyakit hewan, contoh : Rabies.
2. Penyebab penyakit tumbuhan, contoh : Tobacco Mosaic Virus.
3. Penyebab penyakit manusia, contoh : AIDS
4. Virus yang dilemahkan bisa dijadikan vaksin, contoh : vaksin polio.
Ikan merupakan anggota animalia yang termasuk kedalam filum chordata dan subfilum vertebrata. Jadi ikan memiliki ciri – ciri sebagai berikut.
1. Memiliki celah faring.
2. Memiliki chorda dorsalis di bagian vertebra.
3. Bernafas dengan insang.
4. Hidup di air tawar, payau, dan laut.
5. Memiliki sirip dalam tubuhnya sebagai alat gerak.
REPRODUKSI IKAN
Ikan melakukan proses reproduksi eksternal atau pembuahan diluar tubuh. Telur dari betina melalui lubang urogenital dikeluarkan ke luar. Pada saat itu pula sel sperma jantan dikeluarkan. Maka terjadilah pembuahan di luar tubuh. Dan dari pembuahan tersebut tumbuh individu baru.
KLASIFIKASI IKAN
Ikan diklasifikasikan ke dalam 3 kelas, yaitu:
1. Kelas Agnata atau ikan tanpa rahang.
Anggota agnate adalah ikan – ikan yang tidak memiliki rahang. Hidup menempal pada sesuatu. Biasanya hidup parasit pada ikan lain. Contoh : lamprey.
2. Kelas Placodermi
Kelas ikan yang memiliki rahang menggantung.
3. Kelas Chodrichthyes
Kelas ikan bertulang rawan. Anggota kelas ini merupakan ikan – ikan yang memiliki rangka tubuh tersusun oleh tulang rawan. Hidupnya di laut. Contoh : Ikan Hiu, Ikan Pari.
4. Kelas Osteichthyes
Kelas ikan bertulang rawan. Anggota dari kelas ini adalah ikan yang memiliki rangka tubuh tersusun oleh tulang keras. Hidup di air tawar, laut, payau. Contoh : Ikan Gurami, Ikan Lele.
PERANAN IKAN
1. Sebagai bahan makanan.
2. Sebagai daya tarik wisata bahari.
3. Usaha pemancingan
4. Pemuas hobi.
5. Usaha perikanan
6. Sebagai ikan hias.
Burung atau unggas sering kali kita temui sehari- hari. Dari yang bisa terbang maupun yang tidak bisa terbang. Burung merupakan anggota animalia yang masuk kedalam filum chordata, subfilum vertebrata. Ciri – cirinya bisa disimak dibawah.
1. Memiliki celah faring.
2. Memiliki chorda dorsalis di bagian vertebra.
3. Bernafas dengan paru - paru
4. Memiliki pundi – pundi udara. Berguna sebagai udara pernafasan saat terbang.
5. Memiliki tembolok untuk mencerna batu.
6. Tubuh diselimuti oleh bulu.
7. Memiliki bulu terbang dan bulu bawah.
8. Burung tidak memiliki gigi namun memiliki ekor.
REPRODUKSI AVES
Burung merupakan hewan ovipar atau bertelur. Telur burung sangat keras. Selama bentuk telur dierami oleh induk betina sampai menetas. Setelah menetas akan tumbuh menjadi individu baru.
KLASIFIKASI AVES
1. Ordo Galliformes, contoh : Ayam, Kalkun.
2. Ordo Psittaciformes, contoh : Kakaktua, Betet.
3. Ordo Passeriformes, contoh : Kutilang.
4. Ordo Columbiformes, contoh : Merpati, Perkutut.
5. Ordo Strigiformes, contoh : Burung Hantu.
6. Ordo Piciformes, contoh : Burung Pelatuk.
7. Ordo Gelliformes, contoh : Burung Merak.
8. Ordo Falconiformes, contoh : Elang.
9. Ordo Casuariformes, contoh : Kasuari.
10. Ordo Struthioniformes, contoh : Burung Unta.
PERAN AVES
Peranan burung dalam kehidupan sehari – hari adalah :
1. Sebagai bahan makanan.
2. Berperan dalam penyerbukan.
3. Sebagai hewan peliharaan.
4. Kicau dan bulunya bisa dijadikan hiasan.
Serangga merupakan kelompok hewan dengan anggota terbanyak. Serangga memiliki tubuh yang terdiri dari kepala (cephal), dada (torak), dan perut (abdomen). Memiliki sepasang rahang atas dan bawah. Serangga bernafas dengan trakea. Kaki serangga terletak didada sebanyak tiga pasang (hexapoda). Memiliki lima jenis mulut, yaitu : mulut menggigit dan menusuk (nyamuk), mulut menghisap (nyamuk), mulut menggigit dan menjilat (lebah), mulut menggigit (belalang). Alat ekresi serangga berpa pembuluh malpighi. Saraf sistem tangga tali. Indra penglihatan berupa mata majemuk (mata faset) dan mata tunggal. Indra pembau terdapat di antenna disebut kemoreseptor. Peredaran darah terbuka. Serangga hidup di darat.
REPRODUKSI INSECTA
Serangga berkembang biak secara seksual dan menghasilkan telur. Telur menetas menjadi individu baru. Namun, pada jenis lalat terdapat keunikan tersendiri. Lalat mengalami parthenogenesis dalam reproduksinya. Parthenogenesis adalah dimana suatu induk betina bisa menghasilkan telur tanpa dibuahi sang jantan. Telur ini menetas menjadi individu baru.
Dalam hidupnya serangga ada yang mengalami metamorfosis dan tidak mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah proses perubahan – perubahan bentuk menuju bentuk dewasa. Serangga yang tidak mengalami metamorphosis adalah ordo thysanura, contohnya kutu buku. Serangga yang mengalami metamorfosis dibedakan lagi menjadi Metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
Metamorfosis sempurna berarti mengalami suatu perubahan bentuk yang nyata atau atar bentuk itu jelas bedanya. contoh : pada kupu – kupu setelah larva akan menjadi pupa dan imago (dewasa). Metamorfosis tidak sempurna berarti mengalami suatu perubahan bentuk yang semu atau perubahan yang terjadi hanya menghilangkan bagian – bagian tubuh yang sudah tidak diperlukan lagi. Contoh : pada lalat setelah larva menjadi nimfa kemudian dewasa.
KLASIFIKASI INSECTA
Serangga dibagi menjadi dua subkelas yakni pterigota dan apterigota.
1. Subkelas apterigota.
Anggotanya memiliki bercirikan tidak memiliki sayap, tidak mengalami metamorfosis. Subkelas ini memiliki satu ordo, yaitu Ordo thysanura. Contohnya kutu buku.
2. Subkelas pterigota.
Subkelas kelas ini terdiri dari serangga bersayap dan bermetamorfosis. Subkelas ini dibagi menjadi beberapa ordo.
a. Ordo Isoptera.
Bercirikan : sayap merupakan tonjolan tubuh, mengalami metamorfosis tidak sempurna, mulut menggigit, bermata rudimen, sayap depan belakang sama. Contoh : rayap.
b. Ordo Odonata
Bercirikan : sayap merupakan tonjolan tubuh, mengalami metamorfosis tidak sempurna, mulut menggigit, bermata faset (majemuk), sayap depan belakang sama. Contoh : capung.
c. Ordo Orthoptera
Bercirikan : sayap merupakan tonjolan tubuh, mengalami metamorfosis tidak sempurna, mulut menggigit, urat lurus, sayap depan belakang tidak sama. Contoh : belalang.
d. Ordo Homoptera
Bercirikan : sayap merupakan tonjolan tubuh, mengalami metamorfosis tidak sempurna, mulut menghisap, sayap depan belakang sama (transparan). Contoh : tonggeret.
e. Ordo Hemiptera
Bercirikan : sayap merupakan tonjolan tubuh, mengalami metamorfosis tidak sempurna, mulut menghisap, sayap depan belakang tidak sama. Depan setengah keras, sayap belakang setengah lunak. Contoh : kepik air.
f. Ordo Coleptera
Bercirikan : sayap seolah sempurna, mengalami metamorfosis sempurna, mulut menggigit, sayap depan belakang tidak sama. Sayap depan tebal dan keras. Contoh : kumbang.
g. Ordo Neuroptera
Bercirikan : sayap seolah sempurna, mengalami metamorfosis sempurna, mulut menggigit, sayap seperti jala. Contoh : undur - undur.
h. Ordo Diptera
Bercirikan : sayap seolah sempurna, mengalami metamorfosis sempurna, mulut menghisap, sayap selaput, sayap ada dua. Contoh : nyamuk.
i. Ordo Lepidoptera
Bercirikan : sayap seolah sempurna, mengalami metamorfosis sempurna, mulut menghisap, sayap selaput, sayap ada empat, sayap bersisik. Contoh : kupu - kupu.
j. Ordo Hymenopora
Bercirikan : sayap seolah sempurna, mengalami metamorfosis sempurna, mulut menghisap, sayap selaput, sayap ada empat, sayap tidak bersisik. Contoh : nyamuk.
PERAN INSECTA
Serangga banyak berperan dalam kehidupan sehari – hari. Diantaranya :
1. Membantu dalam penyerbukan tumbuhan.
2. Sebagai hiasan rumah.
3. Sebagai bahan kerajinan
4. Sebagai vector penyakit
5. Merusak kayu.
6. Hewan pembersih.
7. Umpan pancing.
8. Hama tanaman.
9. Menghasilkan madu.
The Red Algae are one of the oldest groups of eukaryotic algae, and also one of the largest, with about 5,000–6,000 species of mostly multicellular, marine algae, including many notable seaweeds. Other references indicate 10,000 species.
CHARACTHERISTIC of RED ALGAE
1. Eukaryotic cells without flagella and centrioles
2. Using floridean starch as food reserve
3. Having cell walls contained cellulose and latex
4. Have phycobiliproteins as accessory pigments (giving them their red color)
5. Have chloroplasts lacking external endoplasmic reticulum and containing unstacked thylakoids
6. Most red algae are also multicellular, macroscopic, marine, and have sexual reproduction
Example Organisms and Functions of Red Algae(Rhodophyta)
1. Chondrus crispus
Functions : Produce the karagen. It’s use as bahan penyamak kulit, obat pencuci rambut, and bahan pembuat krem.
2. Euchema spinosum
Functions : Produce gelatin which called agar-agar. It’s use as untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup
3. Atractophora hypnoides
4. Gelidiella calcicola
5. Palmaria palmata
Reproduction of Red Algae
Red Algae can to reproduce asexually and sexually.
• Breeding of red algae vegetative place with the formation of haploid spores produced by a sporangium or talus diploid algae. These spores then grow into a male or female algae are haploid cells.
• Breeding generative Oogamy red algae, fertilization female sex cell (ovum) by the male sex Cells (spermatium). Male breeding tool called spermatogonia that produce spermatium not berflagel. While the female genitals is called karpogonium, which produces ova. Results fertilization spermatium cell is an ovum by a diploid zygote. Furthermore, the zygote that will grow into a new algae that produces aplanospora with meiotic division. Haploid spores grow into gamete-producing algae. So the red algae occur in the descendants of rotation sporofit and gametophyte.
Setiap hari kita selalu berinteraksi dengan makhluk hidup dan tak hidup yang ada disekitar kita. Memang di dunia ini banyak sekali variasi – variasi makhluk hidup. Oleh sebab itu, variasi – variasi tersebut memunculkan keanekaragaman makhluk hidup. Keanekaragaman ini dibedakan menjadi keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat spesies, dan keanekaragaman tingkat ekosistem.
KEANEKARAGAMAN TINGKAT GEN
Keanekaragaman tingkat gen ini merupakan variasi – variasi makhluk hidup yang berbeda namun masih dalam satu spesies.
Misalnya, manusia. Manusia memiliki nama spesies Homo sapiens. Kita lihat, manusia itu memiliki variasi – variasi dalam masing – masing individu meskipun adalah anak kembar. Sehingga setiap manusia memiliki ciri – ciri yang berbeda walupun masih dalam satu spesies.
Contoh lain keanekaragaman tingkat gen adalah keanekaragaman manga (Mangivera indica), keanekaragaman pisang (Musa sp.).
KEANEKARAGAMAN TINGKAT SPESIES
Keanekaragaman tingkat spesies merupakan keanekaragaman makhluk hidup yang terjadi pada satu genus. Keanekaragaman ini bercirikan dengan adanya makhluk hidup yang memiliki genus sama namun keterangan spesies berbeda.
Misalnya pada kenakeragaman kucing. Pada genus panthera terdapat makhluk hidup yang keterangan spesiesnya bebeda satu sama lain. Seperti Harimau (Panthera tigris), Macan tutul (Panthera pardus), Singa (Panthera leo). Pada genus felis terdapat Kucing lynk (Felis lynk), Kucing Anggora (Felis domesticus).
KEANEKARAGAMAN TINGKAT EKOSISTEM
Keanekaragaman tingkat ekosistem meupakan keanekaragaman makhluk hidup dalam satu family namun memiliki tempat hidup yang berbeda. Keanekaragaman ini bercirikan dengan adanya kumpulan nama spesies makhluk hidup yang berbeda namun masih dalam satu family.
Misalnya pada Family Graminae terdapat makhulk hidup seperti Padi (Oryza sativa), Jagung (Zea Mays), Tebu (Schassarum officinarum). Pada Family Leguminoceae terdapat makhluk hidup seperti Kacang tanah (Ascaris hypogea), Kacang kapri (Pisum sativum).
CIRI – CIRI
1. Triplobastik Selomata
2. Simetri radial (dewasa), simetri bilateral (muda)
3. Memiliki system kaki ambulakral (Kaki pembuluh air) untuk bergerak, terdiri dari medroporit(lubang air); saluran batu; saluan cincin bercabang jadi saluran radial dan bilateral; kaki tabung yang memiliki cakram penghisap.
4. Tubuh tersusun dari zat kapur.
5. Memiliki pediselaria sebagai alat pembersih debu, menangkap mangsa, mengeluarkan racun
6. Alat pernapasan berupa paru – paru kulit, permukaan tubuh, kaki ambulakral, pohon respirasi.
7. Gonokoris
8. Sistem pencernaan sederhana, meskipun ada yang tidak punya mulut dan anus.
KLASIFIKASI
a. Kelas Asteroidea (Bintang Laut)
Merupakan Echinodermata yang memiliki lengan lima. Tubuh bagian atas (aboral) memiliki anus, bagian bawah (oral) memiliki mulut, madeporit, lubang kelamin.
Tubuh tersusun duri yang pendek dan tumpul, pada dasar terbentu pediselaria. Ekskresi oleh amebosit dalam cairan selom keluar dari dinding insang kulit. Respirasi terjadi pada insang kulit yang berupa gelembung insang pada papula (insang halus). Kelamin terisah. Fertilisasi sperma dan ovum menghasilkan larva bipinaria. Pencernaan berupa mulut, usus, dan anus. Saraf terdiri dari batang saraf radial pada tiap lengan yang menjulur pada kaki ambulakral.
Contoh : Bintang laut merah (Asterias sp.), Cullitin sp.
b. Kelas Echinoidea (Landak Laut)
Memiliki tubuh yang bulat, gepeng, tak berlengan, dan terdiri dari pediselaria berbentu catut. Bagian oral terdiri dari Mulut dikelilingi 5 gigi tajam dan kuat yang ditopang 5 rangka samping (lentera aristoteles). Bagian aboral terdiri dari anus, madeporit, lubang kelamin. Reproduksi seksual, fertilisasi menghasilkan larva plutea.
Hidup di sela – sela batuan pantai. Bergerak dengan kaki ambulakral. Contoh : Bulu babi.
c. Kelas Ophiuridea (Bintang Ular laut)
Lengan berjumlah 5 atau kelipatannya dan lebih panjang. Bagian lateral saja yang memiliki duri. Ambulakral kecil disebut tentakel dilenkapi dengan alat hisap.
Tidak memiliki anus tapi memiliki mulut. Lambung berbentuk kantong. Sekitar mulut terdapat lipa pasang kantong kecil bercelah untuk respirasi. Bergerak dengan mengular. Daya regenerasi tinggi. Kelamin terpisah. Fertilisasi menghasilkan larva mikrospis bersilia (pluteus) yang selan jutnya bermetamorfosis membentuk bintang ular. Contoh : Ophiopholis aculeata.
d. Kelas Crinoidea (Lili Laut)
Berbentuk seperti tumbuhan. Memiliki lengan panjang (pinula). Tidak memiliki madeporit. Saraf berbentu cincin (pusat), cabang saraf di setiap lengan.
Memiliki daya regenerasi tinggi. Reproduksi seksual dan pembuahan berlangsung diluar tubuh. Telur menetap di pinula sampai menetas menjadi lava tak bermulut. Hidup parasite dan komensal. Contoh : Atendon sp.
e. Kelas Thuroidea (Mentumun Laut)
Tubuh lunak memanjang. Respirasi dengan pohon respirasi, mulut dikelilingi tentakel amburaklar. Tidak memiliki pediselaria. Beberapa jenis hermaprodit. Fertilisasi menghasilkan larva aurikularia. Habitat di dasar laut. Contoh : Teripang Hitam.
PERANAN ECHINODERMATA
1. Menjaga kebersihan laut
2. Bahan makanan
3. Sebagai hiasan.
CIRI – CIRI COELENTERATA
1. Memilki sifat sebagai hewan diploblastik (Hydrozoa, Scyphoza, Anthozoa) dan Tripoblastik (Ctenophora)
2. Tubuh simetri radial
3. Memiliki tentakel disekitar mulutnya.
4. Memilki dua bentuk tubuh medusa dan polip.
5. Memiliki sel penyengat yang disebut nematosita
6. Alat pencernaan adalah rongga pencernaan (enteron)
7. Sistem saraf difus.
REPRODUKSI
Reproduksi coelenterata secara seksual dan aseksual Seksual ditandai dengan masa medusa dan aseksual ditandai dengan masa polip. Pada Kelas Anthozoa, reproduksi secara aseksual dengan pembentuakan tunas dan fragmentasi serta seksual dengan fertilisasi.
KLASIFIKASI COELENTERATA
a. Kelas Hydrozoa
Anggota dari kelas ini secara umum mengalami metagenesis. Tubuhnya kecil. Kebanyakan hidup di laut. Contoh : Hydra, Pysalia, dan Obelia.
• Hydra
Hewan ini biasanya hidup soliter dan menempel pada ranting atau batang tumbuhan air. Reproduksi seksual dengan pembuahan ovum oleh spermatozoid. Kemudian menhasilkan zigot yang kemudian tumbuh menjadi larva bersilia (Planula). Planula menempel pada dasar perairan dan tumbuh menjadi polip.
• Obelia
Obelia hidup berkoloni. Mengalami metagenesis (fase polip and fase medusa). Setiap individu memiliki 2 jenis polip Gastrozoit untuk mencerna makanan dan Gonozoit untuk reproduksi.
b. Kelas Scyphozoa
Seluruh anggotanya hidup di laut. Tubuh seperti mangkok transparan. Mengalami fase medusa (planktonik) dan fase polip (sesil). Fase medusa lebih dominan. Contoh : Ubur – ubur.
c. Kelas Anthozoa
Tubuh berbentuk polip dan tidak mengalami metagenesis. Hidup pada perairan pantai dengan kedalaman 6 km. hidup soliter atau berkoloni. Contoh : Anemon Laut, Koral, Kipas laut.
• Anemon Laut
Biasanya anemone laut menempel pada suatu obyek dengan cakram kaki. Tubuh terdiri dari kaki (cakrampedal), batang tubuh, (koluma or skapus), and kapitulum (cakram oral). Hidup di perairan pantai sampai kedalaman of 99 m. Reproduksi seksual dengan pembuahan. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi atau membentuk tunas.
• Coral
Tubuh tersusun atas kalsium karbonat (CaCo3). Dapat ditemukan pada daerah 28o LU – 28o LS. Dengan kedalaman kira - kira 35 m dan suhu sekitar 20o C, yang kaya oksigen. Reproduksi aseksual melalui tunas.
d. Class of Ctenophora
Ctenophora dibedakan atas 2 subkelas, yaitu :
• Subkelas Tentaculata (punya tentakel).
Terdiri atas beberapa ordo, antara lain :
1). Cydippida , tubuh bulat/oval, terdapat semacam tanduk. Contoh : Mertensia
2). Cobata , tubuh memadat dilengkapi dengan dua cuping oval,
contoh : Mnemiopsis, Bolinopsis dan Leucothea.
3). Cestida , tubuh seperti pita, contoh : Cestum dan Velamen
4). Platyctenida , tubuh pipih, contoh : Ctenoplana dan Coeloplana
• Subkelas muda (tak punya tentakel),
Berupa Ordo Beroida , tubuh kerucut atau silinder.
Contoh : Beroe
PERANAN COELENTEATA
1. Melindungi pantai dari abrasi.
2. Sebagai bahan makanan dan bahan kosmetik.
3. Sebagai daya tarik wisata bahari.
4. Dapat digunakan sebagai hiasan.
5. Sebagai tempat perlindungan dan perkembangbiakan ikan.
Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospemae) merupakan salah satu divisi tumbuhan berbiji selain tumbuhan berbiji terbuka. Tumbuhan ini memiliki biji yang tertutup oleh daun buah. Melakukan pembuahan ganda.
CIRI – CIRI TUMBUHAN BIJI TERTUTUP
1. Tumbuhan kormophyta
2. Tidak memiliki strobilus
3. Pembuahan ganda
4. Memiliki bunga yang digunakan sebagai tempat reproduksi
5. Biji tertutup daun buah
REPRODUKSI TUMBUHAN BERBIJI TERTUTUP
Reproduksi tumbuhan berbiji tertutup secara seksual dan aseksual. Aseksual berupa stek, merunduk, cangkok, kultur jaringan. Seksual melalui pembuahan antara sperma dan ovum yang terjadi di dalam bakal buah (ovule). Menghasilkan zygot yang kemudian tumbuh menjadi biji.
Dalam ovule tersusun 8 sel haploid. Yaitu: 2n inti kandung lembaga sekunder, n inti ovum, 3n sel anti poda yang terletak di atas ovule, 2n sel sinergid yang mengapit inti ovum. Pada proses fertilisasi inti ovum akan dibuahi oleh inti sperma I dan Kandung lembaga sekunder akan dibuahi oleh inti sperma II.
Alat kelamin jantan adalah benang sari yang memiliki serbuk sari. Sedangkan alat kelamin betina berupa putik. Kesemuanya terdapat dalam satu bunga. Namun, ada bunga yang tidak sempurna sehingga bisa terjadi pembuahan dengan berbeda bunga.
KLASIFIKASI TUMBUHAN BERBIJI TERTUTUP
Tumbuhan berbiji tertutup terbagi menjadi dua. Yaitu:
1. Monokotil
Ciri:
a. Tidak memiliki cambium
b. Pembuluh tersusun acak
c. Tulang daun sejajar
d. Akar serabut
e. Berbiji tunggal
f. Bunga berkelipatan 3
g. Biasanya tidak bercabang
2. Dikotil
Ciri :
a. Memiliki cambium
b. Pembuluh tersusun rapi
c. Tulang daun menyirip atau menjari
d. Akar tunggang
e. Berbiji belah
f. Bunga berkelipatan 2, 4, 5
g. Biasanya bercabang
PERANAN TUMBUHAN BERBIJI TERTUTUP
1. Bahan Makanan, Contoh : Oryza sativa (Padi), dll.
2. Bahan Bangunan, Contoh : Jati (Tectona grandis), dll.
3. Bumbu dan Obat – obatan, Contoh : Kunyit (Curcuma domestica), Jahe (Zingiber officinale), dll.
4. Tanaman Hias. Contoh : Mawar (Rosa hibrida), dll.
5. Bahan kerajinan dan industri, Contoh : Rotan, Bambu (Bambusa spinosa), Meranti (Shorea curtisii), dll.
Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) merupakan salah satu divisi dari tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Tumbuhan berbiji terbuka memiliki biji terbuka karena tidak ditutupi atau dibungkus oleh daun buah. Akibat dari tumbuhan ini tidak mengalami pembuahan ganda.
CIRI – CIRI TUMBUHAN BERBIJI TERBUKA
1. Tumbuhan kormophyta
2. Memiliki strobilus sebagai alat reproduksi
3. Tidak mengalami pembuahan ganda
4. Biji tidak ditutupi atau dibungkus oleh daun buah.
REPRODUKSI TUMBUHAN BEBIJI TERBUKA
Tumbuhan berbiji terbuka memiliki strobilus jantan dan betina dalam satu pohon. Strobilus jantan terletak di ujung tangkai. Sedangkan strobilus betina terletak di ketiak batang. Tumbuhan ini berkembang biak dengan cara seksual. Sel sperma memalui bantuan angina terbang menuju strobilus betina. Disini terjadilah proses fertilisasi dan akhirnya terbentuk zygot yang tumbuh menjadi biji. Biji ini dilengkapi sayap sehingga apabila telah matang bisa jatuh di tempat yang jauh dari induknya.
KLASIFIKASI TUMBUHAN BERBIJI TERBUKA
Tumbuhan berbiji terbuka dibagi menjadi empat kelas yaitu :
1. Cycadophyta
Cycadophyta merupakan tumbuhankayu yang sedikit cabang. Memiliki daun yang besar sepeti daun palem. Memiliki strobilus jantan yang terdiri dari banyak sporofil sisik mengandung banyak mikrosporangium. Strobilus betina mengandung sporofil sisik dengan dua bakal biji. Contoh : Pakis haji (Cycas rumphii).
2. Pinophyta
Merupakan gymnospermae yang sering ditemukan dalam kehipan sekitar kita. Memiliki daun berbentuk jarum dan strobilus kerucut. Pinophyta digolongkan menjadi 5 ordo, yaitu.
a. Ordo Texales, Contoh : Taxus baccata, Amentotaxus.
b. Ordo Arauciriales, Contoh : Damar (Agathis alba).
c. Ordo Podocarpales, Contoh : Podocarpus imbricate.
d. Ordo Pinales, Contoh : Pinus merkusii.
e. Ordo Cupressales, Contoh : Sequoia gigantea, Thuya gigantea.
3. Ginkgophyta
Merupakan daun berbentuk kipas. Meranggas bila musim kemarau. Sebagian besar telah punah. Contoh : Ginkgo biloba.
4. Gnetophyta
Merupakan tumbuhan kayu yang bercabang banyak. Memiliki daun tunggal. Dibagi menjadi tiga ordo. Yaitu:
a. Ordo Ephedrales, Contoh : Ephedra altisima.
b. Ordo Gnetales, Contoh : Gnetum gnemon (melinjo).
c. Ordo Welwitschiales, Contoh : Welwitschia mirabilis.
PERANAN TUMBUHAN BERBIJI TERBUKA
1. Bahan Bangunan. Contoh : Cemara, pinus.
2. Bahan baku ukiran. Contoh : Taxus baccata.
3. Bahan baku kertas. Contoh : Cemara.
4. Bahan makanan. Contoh : Melinjo
5. Penghasil getah. Contoh : Damar, Pinus merkusii.
Moluska merupakan hewan lunak yang bercangkang.
CIRI – CIRI MOLUSKA
a. Triploblastik Selomata
b. Tubuh Simetri Bilateral
c. Peredaran darah terbuka kecuali cephalopoda
d. Ekskresi berupa ginjal
e. Punya cangkang dari kalsium karbonat
f. Kosmopolit (bisa ditemukan di berbagai tempat)
g. Beberapa bernafas dengan paru – paru
h. Pencernaan terdiri dari mulut, usus, kelenjar pencernaan, dan anus
i. Saraf terdiri dari ganglion padat, ganglion viseral, ganglion otak
j. Organ dalam dibungkus oleh lapisan mantel
KLASIFIKASI MOLUSKA
1. Amphineura
Tubuh bulat, pipih. Cangkang dari kapur ada 8 pelat. Hidup menempel pada dasar perairan. Memiliki radula. Pencernaan dimulai dari mulut sampai anus. Saraf berupa cincin esophagus. Pada bagian prosterior memiliki aorta, jantung dan sebuah sinus. Reproduksi secara seksual. Pertumbuhan zigot tumbuh jadi larva trokofor. Contoh : Chiton.
2. Scaphopoda
Siput gading, cangkang berbentuk gading memili tentakel untuk mengambil makanan. Contoh : Siput gading (Antalis vulgaris).
3. Pelecypoda / Bivalvia
Kaki pipih, insang berlapis – lapis. Cangkang terdiri dari dua belahan cangkang yang bisa bergerak disebabkan oleh otot aduktor. Aduktor prosterior pada bagian prosterior, Aduktor anterior pada bagian anterior. Antar cangkang dihubungkan oleh ligamentum.
Terdiri dari tiga bagian tubuh:
1. Periostrakum
Bagian tubuh paling luar terbentuk dari zat tanduk.
2. Prismatik
Bagian tubuh bagian tengah terbentuk dari kalsium karbonat.
3. Nakreas
Bagian tubuh paling dalam. Terdapat mantel. Bagian ini bisa menghasilkan mutiara. Terbentuk dari kistal CaCO3 halus.
Reproduksi seksual, zigot tumbuh menjadi larva glosidium. Saraf berupa ganglion pedal, ganglion perut. Punya statosista sebagai alat keseimbangan. Makanan masuk ke tubuh melewati kerongkongan menuju lambung dan usus. Contoh : Pinctada margaritifera, Kerang hijau (Mytilus viridis), Tiram (Ostrea sp.)
4. Gastropoda
Merupakan siput yang berjalan menggunakan kaki perut. Pada bagian perut terdapat lendir. Memiliki sepasang antena sebagai kemoreseptor, sepasang mata sebagai fotoreseptor.
Bagian tubhu terdiri dari :
1. Periostrakum
Bagian tubuh paling luar terbentuk dari zat tanduk.
2. Prismatik
Bagian tubuh bagian tengah terbentuk dari kalsit
3. Nakreas
Bagian tubuh paling dalam. Terdapat mantel. Bagian ini bisa menghasilkan mutiara. Terbentuk dari kistal CaCO3 halus.
Gastropoda bersifat hermaprodit. Alat reproduksi disebut ovotestis. Darah berwarna biru, mengandung zat hemosianin. Contoh : Bekicot (Achantia fulica), Siput sawah (Lymnea javanica), siput air tawar (Helix pomata).
5. Cephalopoda
Memiliki cangkang di dalam tubuh. Terdapat kaki di kepala. Kaki berbentuk tentakel, 8 sebagai lengan, 2 sebagai kaki. Pada tentakel terdapat cakram penghisap. Kulit bisa berubah warna sesuai lingkungan sekitar karena mengandung zat kromatofor.
Pada bagian kepala terdapat otot daging sebagai alat kemudi. Sirip pendayung di sebelah kanan dan kiri tubuh. Bisa mengeluarkan tinta melelui sifon sebagai alt pertahanan. Kelamin terpisah (gonokoris). Darah berwarna biru karena mengandung tembaga. Peredaran darah ganda tertutup. Contoh : Cumi – cumi (Loligo indica), Gurita (Octopus sp.), Sotong (Sepia sp.), Nautilus.
PERAN MOLUSKA
a. Bahan Makanan. Contoh : Cumi – cumi , Tiram.
b. Obat – obatan. Contoh : Cangkang Kerang.
c. Penghasil Mutiara. Contoh : Kerang Mutiara.
d. Cindera mata. Contoh : Cangkang kerang.
e. Merusak tanaman budidaya. Contoh : Bekicot.
f. Vektor penyakit. Contoh : Siput air.
Karakteristik Porifera
1. Tubuhnya berpori yang didalamnya terdapat rongga tubuh (spongosol).
2. Tubuh tersusun dari zat kapur, silikat, dan spongin.
3. Tidak bisa bergerak aktif dan melekat pada suatu obyek .
4. Bentuk sepeti tabung atau jambangan.
5. Berukuran sebesar biji beras sampai setinggi dan berdiameter 2 meter.
6. Tumbuh pada laut dangkal mulai dari perairan pantai sampai 5,5 km.
7. Diploblastik, Asimetri.
Pencernaan Makanan
Makanan porifera berupa plankton atau zat organik yang ikut dalam aliran air. Sistem pencernaan secara intraseluler. Air masuk melalui ostium menuju sel koanosit dan Terjadi pencernaan makanan. Sel ameboid Mengedarkan zat makanan diedarkan ke seluruh tubuh. Zat sisa makanan dikeluarkan melalui
ostivum.
Stuktur Tubuh
Oskulum : Lubang tempat keluarnya air dai tubuh.
Sel leher (koanosit) : Sel untuk mencerna makanan secara intra seluler.
Spikula : Sel pembentuk tubuh.
Amebosit : Mengedarkan makanan dan bisa berubah menjadi sel kelamin.
Spongosol : Rongga tubuh.
Ostium : Tempat masuknya air.
Pinakosit : Sel pelapis bagian tubuh luar.
Miosit : sel untuk membuka dan menutup oskulum.
Skleroblas : Penghasil spikula untuk membentuk rangka tubuh.
Reproduksi
Porifea dapat berproduksi secara seksual dan aseksual. Aseksual yaitu membentuk tunas yang bisa tumbuh menjadi individu baru. Seksual yaitu bertemunya Ovum dan sperma. Pembuahan gamet menghasilkan zigot di dalam sel arkenosit. Zigot berkembang menjadi larva besilia (amfiblastula). Larva tersebut berenang keluar melalui oskulum mencari tempat yang cocok untuk tumbuh menjadi individu baru. Memiliki dua tipe hidup yaitu sesil (menempel) pada fase polip dan planktonik pada fase medusa.
Klasifikasi Porifera
Tipe Saluran Air.
1. Tipe Askon : Saluran air melalui ostium spongosol dan oskulum. Contoh :
Leucosolenia.
2. Tipe Sikon : Saluran bercabang sehingga air tidak melalui spongosol. Lewat
ostium, sel koanosit dan oskulum . Contoh : Scypa.
3. Tipe Leukon atau ragon : Air masuk ostium dam melalui saluran – saluran air
yang saling berhubungan.Sel koanosit, spongosol,
oskulum. Contoh : Spongila.
Zat penyusun rangka tubuh.
1. Kelas Calcarea : Rangka tersusun dari zat kapur (CaCO3). Hidup di laut
dangkal. Kecil.Contoh : Chlatrina blanca dan Sycom
gelatinosum.
2. Kelas Hexatinelida : Tubuh tersusun dari silikat (H2SiO3). Spikula berduri
enam. Contoh :Pheronema sp. dan Hyalonema.
3. Kelas Demospongiae : Rangka tubuh tersusun dari spongin , silikat atau
campuran keduanya. Contoh : Euspongia sp.
Manfaat Porifera
1. Rangkanya dapat digunakan alat pembersih , pengisi jok kendaraan.
Contoh : Euspongia pficinalis
2. Menghasilkan senyawa bioaktif yang berpotensi menyembuhka penyakit.
Contoh : Luffariella variabilis
3. Sebagai tokoh kartun. Contoh : Spongebob squarepants
Penggolongan binatang itu ada 4 cara yaitu: Klasifikasi, Simetri tubuh, Lapisan tubuh, Rongga tubuh, pengaturan suhu tubuh.
1. Klasifikasi.
Dalam klasifikasi binatang, terdapat 9 filum binatang yang berbeda satu sama lain. Setiap filum digolongkan lagi menjadi beberapa kelas lalu ordo dan terakhir spesies.
1. Filum Porifera = Divisi hewan berpori.
Contoh : Euspongia sp. Digunakan sebagai alat penggosok piring.
2. Filum Coelenterate = Divisi Cnidaria. Hewah yang memiliki tentakel.
Siklus hidup ada dua yaitu seksil (fase polip) dan fase medusa.
Contoh : Ubur – ubur, karang laut, obelia.
3. Filum Platyhelminthes = Divisi Cacing pipih.
Tubuh pipih. kebanyakan parasit.
Contoh : Planaria, Cacing hati (Fasciola hepatica) , Cacing pita babi (Taenia solium).
4. Filum Nemahelminthes (nematoda) = Divisi Cacing benang.
Tubuh seperti benang, hidup parasit.
Contoh : Cacing kremi (Enterobius vermicularis). Cacing tambang (Ancylostoma duodenale).
5. Filum Anelida = Divisi Cacing bersegmen
Tubuh terdiri dari segmen – segmen. Contoh : Cacing wawo, Cacing tanah (Lubricus terestis). Lintah (Hirudo medicinalis).
6. Filum Molusca = hewan bercangkang
Terdapat cangkang pada tubuhnya. Contoh : Cumi – cumi (Loligo indica), Sotong (Sephia sp.), Bekicot (Achantia fulica).
7. Filum Arthropoda = Divisi berkaki ruas.
Memiliki kaki yang beruas - ruas. Contoh : Udang, Kupu – kupu.
8. Filum Echinodermata
Contoh : Bintang laut, teripang.
9. Filum Chordata
Terdiri dari hewan tingkat tinggi. Contoh : Katak, buaya (Crocodilus sporosus), ikan, Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), Beruang Madu (Helarctos malayanus).
2. Simetri Tubuh
Penggolongan hewan berdasarkan simetri tubuh.
a. Asimetri
Tubuh yang tidak bisa dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar. Contoh : Porifera
b. Simetri Bilateral
Tubuh yang bisa menjadi dua bagian sama besar melalui garis tengah tubuh atau dari mulut sampai ekor. Contoh : Platyhelminthes, Nemahelminthes, Anelida, Moluska, Arthropoda, Chordata.
c. Simetri Radial
Tubuh yang bisa dibagi menjadi dua bagian sama besar berdasarkan titik tengah. Contoh : Porifera, Coelenterata, Echinodermata.
3. Lapisan Tubuh
Berdasar lapisan tubuh yang dimiliki hewan dapat digolongkan menjadi
a. Diploblastik
Hewan yang memiliki dua lapisan tubuh. Ektoderm dan endoderm. Contoh : Porifera dan coelenterate.
b. Triploblastik
Hewan yang memiliki tiga lapisan tubuh. Ektoderm, mesoderm dan endoderm. Contoh : selain Porifera dan coelenterata.
4. Rongga tubuh
a. Aselomata.
Hewan yang tidak memiliki selom. Jadi setelah mesoderm langsung dilapisi endoderm tanpa ada rongga. Contoh : Platyhelminthes.
b. Pseudoselomata
Hewan yang memilki selom yang tidak jelas atau semu. Contoh : Nemahelminthes.
c. Selomata
Hewan yang sudah tampak jelas memiliki rongga tubuh. Dalam tubuh terdapat mesentreon yaitu jaringan pengikat yang berfungsi untuk memegangi orga dalam agar tetap dalam posisinya. Contoh : Hewan vertebrata dan invertebrata selain Platyhelminthes dan Nemahelminthes.
5. Suhu Tubuh.
a. Hewan Poikiloterm / Heteroterm/ ektoterm
Merupakan hewan berdarah dingin yang mana dia tidak bisa menjaga suhu tubuh. Jadi suhu tubuhnya berubah – ubah sesuai suhu lingkungan. Contoh : Cacing , reptil, dan serangga.
b. Hewan Homeoterm/ homoterm/ endoterm
Hewan berdarah panas yang bisa mengatur suhu badan agar tetap konstan dalam kondisi lingkungan apapun. Contoh : Mamalia, ungags.
Filum Platyhelminthes (Cacing Pipih)
Ciri – Ciri
1. Belum punya peredaran darah, pernafasan, anus rangka tubuh,
2. Triploblastik Aselomata
3. Simetri Bilateral
4. Sistem eskresi berupa sel api. Saraf tangga tali. Pencernaan: rongga gastrovaskular. Memiliki system reproduksi.
5. Hermaprodit
6. Epidermis dari lilin (kutikula)
Kelas Turbelaria
Tubuh panjang 5 mm – 3 cm. Tubuh terdapat cilia. Memiliki kemoreseptor berupa aurikel. Bintik mata untuk rangsangan cahaya (gelap dan terang). Pencernaan sederhana berupa mulut, faring, kerongkongan, usus. Bersifat hermaprodit. Reproduksi aseksual berupa fragmentasi. Reproduksi seksual berupa perkawinan silang. Hidup di tempat air jernih yang belum terkontaminasi. Contoh : Planaria.
Kelas Trematoda
Semua bersifat parasit. Tubuh tidak punya alat gerak. Tubuh dilapisi kutikula berduri. Memiliki alat hisap untuk menempel di tubuh inang.
Hidup di dua inang. Inang sementara biasanya siput air (Lymnea javanica). Inang utama adalah mamalia. Fase hidup diawali oleh Mirasidium (Larva bersilia), Sporosit, Redia (dalam siput), Serkaria, Dewasa.
Contoh :
1. Cacing Darah (Schistosoma sp.)
Hidup di pembuluh vena manusia. Menyebabkan penyakit skistosomiasis. Panjang jantan 9 – 22 mm. panjang betina 14 – 26 mm.
2. Fasciola hepatica (Cacing Hati)
Hidup di hati sapi, kambing. Larva bersista disebut metaserkaria biasanya terdapat menempel pada rumput dan tumbuhan air. Panjang 2 cm sampai 5 cm.
3. Cacing Hati Manusia (Clonorchis sinensis)
Hidup di hati manusia. Larva terdapat pada ikan. Biasa ditemukan pada daerah yang masyarakatnya suka memakan ikan mentah.
4. Paragonimus westerani
Hidup pada paru – paru mamalia. Larva hidup di siput. Metaserkaria tedapat pada udang air tawar.
Kelas Cestoda
Terdiri daric acing pita. Panjang tabuh bisa mencapai 9 m. tubuh terdiri dari proglotid yang berisi telur. Bersifat parasite. Tubuh tersusun atas kepala (skoleks), kait (rostelum), alat hisap dan tidak bersilia.
Fase hidup: Telur, Heksakan (babi/sapi), Sistisarkus (otot babi/sapi), cacing pita (dalam manusia), proglotid dewasa.
Hidup di sapi, babi, anjing, manusia, mamalia lainya.
Contoh :
1. Taenia solium (cacing pita babi).
Hidup di babi sebagai inang perantara. Panjang mencapai 3 m. Dewasa hidup di manusia. Memiliki alat hisap dan alat kait yang bisa melukai usus.
2. Taenia saginata (Cacing Pita Sapi).
Hidup di sapi sebagai inang peantara. Dewasa hidup di usus manusia. Tidak punya alat kait dan tidak seberbahaya seperti Taenia solium.
3. Dyplidium caninum
Hidup di anjing perantara ikan air tawar.
Filum Nemathelminthes (Cacing Gilik)
Ciri – ciri
1. Simetri Bilateral
2. Tiploblastik Pseudoselomata
3. Tubuh dari kutikula (kerotin)
4. Pencernaan sempurna
5. Gonokoris
6. Pernafasan berupa difusi
7. Syaaf: cincin syaraf dan ganglion yang terhubung
8. Fetilisasi internal
9. Parasit
10. Tidak bersegmen
Contoh :
a. Ascaris lumbricoides (Cacing Perut)
Parasit di usus. Panjang betina 20 – 40 cm. kedua ujung runcing. Tubuh licin tertutup kutikula. Melindungi dari getah pencernaan manusia.
b. Filaria (Wuchereria brancofti)
Penyebab penyakit kaki gajah (Elphantiasis). Hidup di kelenjar limfa. Larva (mikrofilia) terdpat di tubuh nyamuk culex.
c. Ancylostoma duodenale (Cacing Tambang)
Bersama Necator americanus menyebabkan penyakit tambang. Ditemukan di tempat becek (pertambangan). Larva cacing bisa menembus kaki manusia.
d. Entrobius vermicularis (Cacing Kremi)
Hidup di usus besar manusia. Panjang betina 9 – 15 mm, jantan 3 – 5 mm. saat bertelur, telur diletakkan di anus sehingga terasa gatal. Bila penderita menggaruknya maka akan terjadi penularan secara autoinfeksi. Larva di tangan masuk ke tubuh melalui makanan yang di pegang lalu ditelan.
e. Trichinella spiralis (Cacing otot)
Penyebab penyakit trichinosis. Hidup di jaringan otot mamalia. Larva masuk melalui daging babi yang tidak dimasak sempurna. Larva berkembang di usus halus. Dewasa menuju jaringan otot. Bisa menimbulkan penyumbatan.bisa menyebabkan kematian.
Filum Anelida
Ciri – ciri
1. Tubuh bersegmen
2. Triploblastik selomata
3. Simetri Bilateral
4. Permukaan tubuh dari kutikula
5. Pencernaan sempurna
6. Eskresi melelui Nefridia
7. Reproduksi. Seksual : pembuahan silang. Aseksual : Pembelahan tubuh. Hermaprodit.
8. Otak berupa sepasang ganglion kepala.
9. Pernafasan melalui kulit
Kelas Polychaeta
Memiliki banyak rambut (seta) yang berfungsi sebagai alat gerak. Pada setiap segmen terdapat parapodia (tonjolan kaki untuk tempat seta sebagai alat gerak). Memiliki insang. Panjang 5 – 10 cm. hidup di laut. Reproduksi seksual dilua tubuh. Fase hidup : Telur, Larva Trokovor, Dewasa.
Contoh : Kelabang laut, cacing palolo, cacing wawo.
Kelas Oligochaeta
Sedikit seta. Bergerak dengan otot longitudinal dan otot sekunder. Terdiri dari 15 – 200 segmen. Pada segemen 32 – 37 (Lumbricus terestis), 10 – 11 (Pherethima) terdapat penebalan kulit disebut klitelum yang didalamnya terdapat kelenjar pembentuk kokon (tempat telur). Bersifat hermafrodit. Reproduksi dengan kawin silang (seksual).
Contoh : Cacing Tanah (Lumbricus terestis).
Kelas Hirudinea
Hewan penghisap darah. Hidup di air tawar, laut dan darat. Tubuh memiliki sel yang menghasilkan zat antikoagulan (anti pembekuan darah) bernama hirudin. Tak ada seta dan parapodia. Memiliki kokon, alat hisap di ujung anterior dan prosterior. Bersifat hermaprodit.
Contoh : Lintah (Hirudo medicinalis), pacet.
Peranan cacing
Penyebab penyakit
Parasit pada mamalia (cestoda, trematoda, nemathelminthes)
Bahan makanan (Cacing palolo, Cacing wawo )
Penghisap darah (Lintah, Pacet)
Menyuburkan tanah (Cacing tanah)